Showing posts with label kehidpan. Show all posts
Showing posts with label kehidpan. Show all posts

10 Manfaat Menikah Yang Perlu Diketahui


10 Manfaat Menikah Yang Perlu Diketahui - Menikah bukan sekedar menjadi alat untuk memuaskan nafsu semata tetap lebih dari itu. Manfaat yang terkandung dalam pernikahan begitu luar biasa. Lihatlah orang sudah menikah biasanya akan terlihat rona-rona keceriaan, terutama bagi pasangan muda yang baru melangsungkan pernikahan.

Dalam Islam sendiri, menikah merupakan sunnah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah saw. Bahkan menikah bisa jadi menjadi sebuah keharusan bagi seorang muslim dalam mengarungi kehidupan. Kenapa menjadi harus, karena sudah memenuhi syarat dan agar terhindar dari kemaksiatan. Hukum menikah sendiri bisa saja menjadi wajib bahkan bisa menjadi haram dalam agama Islam. Baca Artikel ini (Hukum Menikah Dalam Islam)

Siapa orang yang tidak ingin menikah, semua orang jika ditanya pasti semua menyatakan ingin menikah. Karena memang banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan hanya setelah kita melangsungkan pernikahan yang sah. Kali ini akan dihadirkan 10 manfaat menikah yang perlu diketahui.

1. Rezeki menjadi berlimpah
Rezeki? Ya, bukan suatu yang mengagetkan bahwa dengan menikah bisa memberikan rezeki yang lebih banyak dari pada sebelumnya.

Karena dengan menikah rezeki yang tadinya satu bertambah menjadi dua. Enak kan? Tentunya, sudah mendaptkan teman hidup ditambah lagi dengan rezeki yang berlimpah, siapa yang bakalan menolak, saya rasa tidak ada.

Tetapi ingat jika rezeki sudah berlimpah selalu laksanakanlah zakat kalau bisa perbanyaklah bersedekah.

2. Dicintai oleh Rasulullah saw
Dicintai Rasul? Karena kita mengikuti sunnahnya. Rasulullah saja menikah, masa kita sebagai penggemaranya tidak melaksanakan sunnah yang baik dan mudah ini.

Apalagi dengan kita menikah bisa memberikan keturunan dan keturunan tersebut bisa menjadi garda terdepat agama Islam terutama dalam penyebaran Islam. Rasul cinta? Sudah barang tentu.

3. Doa dari anak sholeh
Doa anak yang soleh, merupakan sebuah amal yang tidak akan terputus meskipun ruh kita sudah berpisah dengan jasad kita.

Jadi, ketika kita sudah menikah ajarilah ilmu agama pada anak-anak kita, sehingga kelak mereka bisa mendoakan kita. Bayangkan saja amal tidak akan pernah terputus meskipun kita sudah meninggal dunia.

4. Syafaat dari anak kita
Hal ini berkaitan dengan manfaat yang no. 3, dengan doa dari anak yang soleh, kita bisa terhindar dari siksa api neraka.

Maka perlu di ingat kembali, ajarilah ilmu agama supaya kelak anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan bisa memberikan syafaat kepada kita.

5. Pelindung dalam menghadapi hawa nafsu
Dengan menikah kita terlindung dari hawa nafsu. Tetapi bukan berarti nafsu kita hilang hanya saja nafsu yang terdulu ketika kita masih sendiri belum menikah bisa mendatangkan dosa.
Berbeda jika sudah menikah, nafsu tersebut bisa menjadi sebuah pahala, enak kan? Maka menikahlah!

6. Memberikan kesenangan dan menentramkan hati
Menikah akan memberikan kesenangan dan menentramkan hati, hal ini disebabkan karena jika sudah menikah kita akan memiliki partner atau teman yang bisa diajar melakukan apa saja. Dan kesenangan dan sesuatu yang menentramkan tersebut bisa memberikan nilai pahala bagi kita.

Terlebih lagi jika kita dalam masalah, pasangan kita bisa menemani dan memberi support kepada kita, itulah kenapa bisa dikatakan memberikan kesenangan dan menentramkan hati.

7. Menambah pahala
Dengan menikah ladang pahala akan terhampar begitu luasnya, ini berkaitan dengan sunnah yang sudah kita bahas pada poin sebelumnya. Rasulullah saw mengerjakan dan kita sebagai umatnya mengikuti apa yang telah dilakukan oleh baginda Rasul.

8. Manfaat lebih dari sekedar seksual
Manfaatnya itu menyenangkan dan berpahala. Pernyataan ini memang ada benarnya karena dulu yang tadinya tidak halal setelah menikah menjadi halal.

Tidak Cuma menyenangkan tetapi juga memberika pahala.

9. Sebagai obat depresi atau stress
Setelah menikah orang yang tadinya sendiri sekarang memiliki teman atau partner dalam hidupnya.
Ini tentu sangat baik, terlebih jika seseorang mendapkan tekanan hidup yang begitu berat. Dengan adanya teman kita bisa berbagai apa yang sedang kita rasakan. Sehingga beban hidup tersebut bisa ditanggung bersama.

Hal tersebut bisa sebagai obat depresi atau strees karena kehidupan.

10. Keberkahan yang selalu hadir dicintai oleh Allah swt
Keberkahan merupakan hal yang akan selalu menangungi orang yang sudah menikah. Apalagi sampai dicintai oleh Allah swt.

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh Allah swt, setiap muslim pasti ingin dicintai oleh Dzat yang telah menciptakannya.


Dengan dicintai oleh Allah swt segala sesuatu yang kita inginkan dan kita harapkan akan dikabulkan oleh Nya. Enak kan? Maka Menikahlah!

5 Ciri-ciri Orang Takabur Yang Perlu Diketahui

Ciri-ciri Orang Takabur Yang Perlu Diketahui

5 Ciri-ciri Orang Takabur Yang Perlu Diketahui -  Takabur adalah sifat dan sikap sombong dalam diri yang merasa paling tinggi, paling berharga sehingga  menyudutkan dan merendahkan orang lain. Banyak ciri-ciri orang takabur yang bisa dilihat secara kasat mata. Meskipun kita juga harus mengenal bahwa sifat dan sikap takabur memiliki dua jenis, yang pertama sifat takabur dhahir yaitu takabur yang memang diperlihatkan secara langsung lewat tingkah laku seseorang. Sementara yang kedua ada sifat takabur batin yaitu takabur yang berasal dari dalam hati yang tidak tampak oleh mata. Setelah mengenal secara singkat apa itu takabur, sekarang kita membahas ciri-ciri orang yang memiliki sikap dan sifat takabur.

Berikut ciri-ciri orang takabur:

1. Orang yang takabur terlihat angkuh dan sombong
Hal ini biasanya sangat nampak jelas, karena ini merujuk kepada takabur jenis pertama yaitu takabur dhahir. Takabur yang secara terang-terangan dilakukan seseorang, misalkan dengan merasa dirinya paling baik dan benar dalam beberapa hal dan menganggap orang lain paling lemah. Jika anda bertemu dengan orang-orang tersebut ingatkanlah dia bahwa diatas langit masih ada langit.

2. Orang takabur yang suka memalingkan wajah
Arti dari ciri yang kedua adalah, orang yang memiliki sifat dan sikap enggan untuk melakukan kegiatan silahturahmi baik itu silahturahmi kesadara, kerabat, teman bahkan silahturahmi dengan tetangga sebelah rumah. Orang semacam ini biasanya memiliki sikap takabur atau sombong dimana dirinya merasa paling tinggi sehingga tidak punya kewajiban untuk datang mengunjungi dan bersilahturahmi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan merasa sebaiknya orang lain lah yang harus datang mengunjunginya.

3. Orang Takabur Selalu membanggakan dirinya
Ya, sudah jelas orang yang takabur akan selalu membanggakan dirinya sendiri bahkan pada tingkat tertentu akan terlihat overconfidence. Apa yang dia dapatkan akan selalu ia pamer-pamerkan, baik itu sebuah jabatan, kesempurnaan fisik atau bahkan kekayaan sekalipun. Dengan dia selalu membangga-banggakan apa yang dia miliki menjadikannya lupa, kenapa bisa lupa? Karena dengan sikap takabur akan menjadikan seseorang lebih cenderung lupa bahwa apa yang dimiliki semuanya titipan dimana berarti titipan tersebut tidak ada yang abadi yang setiap saat bisa diambil kapan saja.

4. Orang Takabur selalu mengecilkan orang lain
Dengan sikap takabur orang menjadi sombong dan memunculkan kesan bahwa selain dirinya orang lain bukanlah apa-apa. Di hadapannya orang lain tidak berarti dan pantas untuk tidak ia perdulikan, karena di pikirannya orang lain tidak sehebat dirinya. Padahal dengan memiliki sikap dan sifat yang seperti itu bisa menimbulkan sesuatu yang buruk bagi dirinya sendiri seperti halnya dia akan di jauhi oleh orang lain. Hal ini tentu bisa sangat mengganggu karena pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia yang lain.

5. Orang takabur akan merasakan sakit hati jika ada yang menyaingi
Jika kita menyimpan sifat dan sikap yang tercela apapun itu, pasti akan menimbulkan sikap dan sifat yang tercela lainnya, tanpa terkecuali sikap takabur atau sombong yang sedang kita bahas kali ini. Ketiak seseorang memiliki sikap dan sifat takabur atau sombong yang mana merasa dirinya paling tinggi ketimbang orang lain. Ketika di lain kesempatan orang lain ternyata ada yang menyamai dan bahkan lebih tinggi dari dirinya. Ketika itulah sikap tercela bertambah, dia tidak hanya memiliki sikap takabur tetapi juga memiliki sikap iri, dengki bahkan bisa menular ke ghibah dan menuju ke fitnah.

Sebenarnya masih banyak lagi ciri-ciri orang takabur atau sombong. Yang kami jelaskan hanya beberapa point saja yang menurut kami penting dan sering kita jumpai. Kami belum menyajikan takabur yang bersikap batin. Mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan, semoga bermnafaat dan bisa menjadikan diri kita menjadi hamba yang lebih baik lagi dan bisa menjauhi segala sesuatu yang dibenci oleh Allah swt.

Macam-Macam Riba



Macam-Macam Riba - Riba? 4 Macam Riba,  Siapa yang tidak kenal perkara yang satu ini. Perkara yang sering kita jumpai ketika kita bersinggungan dengan uang. Di zaman sekarang, sepertinya begitu sulit untuk kita bisa lepas dari bayang-bayang riba, karena bisa dikatakan hampir semua jasa keuangan membangun usahanya lewat riba. Tanpa riba sebuah jasa keuangan baik itu simpan pinjam dan sebagainya tidak bisa jalan, berkembang dan bahkan bisa saja mati. 

Namun akhir-akhir ini muncul beberapa solusi yang bisa sedikit mengurangi riba dalam  praktik jasa keuangan. Contoh saja Bank Syariah yang mulai berjalan dan mendapat respon positif di kalangan masyarakat luas terutama masyakat yang beragama Islam. Hampir semua perbankan telah memiliki Bank Syariah sendiri-sendiri, itu merupakan sebuah kemajuan dalam dunia jasa keuangan. Yang bagi umat Islam dahulu rasanya suka tidak suka harus dilakukan, karena dahulu bank masih sangat konvensional dan hampir semua orang baik simpan dan pinjam melakukannya di Bank yang berarti kita ikut dalam praktik riba.

Sebenarnya riba itu apa? Secara umum dikalangan masyarakat kita, riba merupakan kegiatan meminjam uang atau barang, namun ketika mengembalikan barang atau uang tersebut kita diharuskan mengembalikan dengan jumlah nilai yang lebih banyak dari sebelumnya. Untuk lebih jelasnya baca artikel ini Mengenal Pengertian Riba Dalam Islam.

Banyak dari masyarakat mengenal riba hanya sebatas pengertian umumnya saja, padahal riba itu luas dan bermacam-macam. Untuk lebih mengenal dan memahami riba akan disajikan macam-macam riba yang harus diketahui. 

Riba sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu riba utang piutang dan riba jual beli.
Riba utang piutang

1. Riba Jahiliyah
Riba ini dilakukan dengan sebuah akad bahwa ketika kita berhutang dan telah menyepakati waktu jatuh tempo pembayaran. Tetapi ketika waktu jatuh tempo kita belum melunasi hutang, maka yang terjadi adalah kita mendapatkan sebuah denda yang harus kita bayarkan. Contoh Iraman memberikan sebuah hutang kepada temannya bernama anton dengan akad telat membayar dengan 10% dari hutang. 10% itulah riba yang haram untuk dimakan.

2. Riba Qard
Riba Qard adalah riba hutang puitang yang terdapat sebuah syarat dari si pemberi hutang. Banyak sekali di masyarakat kita orang yang telah terdesak secara ekonomi dan meminjam kepada seseorang namun dengan berbagai syarat yang ditentukan. Misalnya si Irman akan meminjam uang kepada Amar, Amar setuju namun dengan syarat uang yang telah di pinjam harus dikembalikan lebih 10% dari jumlah uang yang dipinjam. Hal ini tentu sangat merugikan, namun karena butuh Irman terpaksa harus tetap meminjamnya, hal ini disebut dalam Islam adalah Riba Qard.

Baca Juga :

Setelah tadi kita membahas tentang riba hutang piutang, selanjutnya kita akan membahas tentang riba jual beli. Terdapat dua macam riba jual beli yang akan dijelaskan.

1. Riba Nasi'ah
Riba ini adalah ada sebuah penahanan dalam penyerahan barang yang telah dijual. Riba ini ada karena terjadi sebuah perubahan nilai karena terjadinya penahanan. Contoh sederhananya adalah orang telah menjual sebuah emas pada bulan januari namun emasnya kemudian diberikan pada bulan februari. Hal in tentu menjadikan nilai dari barang berubah karena nilai emas yang setiap saat bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga bisa menimbulkan kerugian.

2. Riba Fadh
Riba Fadh adalah riba yang terjadi jika pertukaran barang sejenis dan ukuran, takaran, kadar yang berbeda, padahal barang yang ditukarkan merupakan barang ribawi. Contoh sederhananya adalah emas 12 grm(750) ditukarkan dengan emas 14 grm(916). Hak ini dilarang dalam Islam, karena di Islam mementingkan persamaan karena tentunya akan merugikan sebelah pihak.

Riba memang sulit sekali dihindari oleh siapa saja, karena hal ini berkaitan dengan harta benda yang kita miliki. Namun perlu diingat Islam melarang begitu keras praktik riba dan memerintahkan umat Islam untuk menjauhi dan meninggalkan riba. Karena seperti di dalam firman Allah swt Qs Al Baqarah ayat 278.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman.” (Q.S Al-Baqarah: 278). -Arl

Mengenal Pengertian Riba Dalam Islam

Mengenal Pengertian Riba Dalam Islam

Mengenal Pengertian Riba Dalam Islam - Apa itu Riba, Arti Riba - Siapa yang tidak mengenal riba, bagi masyarakat Indonesia yang beragama Islam istilah riba sudah tidak asing lagi. Meskipun tidak bisa di pungkiri bahwa untuk melepaskan diri dari yang namanya riba sangatlah sulit terutama bagi orang-orang yang memang sudah sangat bergantung dengan riba dalam kehidupannya. Mari kita mengenal riba lebih dalam

Sebenarnya riba itu apa? Kenapa seorang Islam harus mengenal dan tahu akan riba itu? Secara umum istilah riba itu sendiri merupakan sebuah bunga di dalam bank konvensional. Sementara secara bahasa riba adalah "Ziyadah" tambahan atau berkembang. Sementara menurut seorang ulama yaitu Yusuf al Qardawi, beliau mengungkapkan bahwa setiap pinjaman yang ada sebuah persyaratan tambahan maka sudah dibilang sebuah riba. Sementara bagi kami riba itu sendiri merupakan sebuah tambahan atau kelebihan dari nilai sebuah barang yang diharuskan dibayarkan ketika kita mengembalikan sebuah barang yang telah kita pinjam.

Islam sendiri sangat begitu tegas melarang adanya riba, sehingga Allah swt memasukan masalah ini ke dalam QS Al Baqarah ayat 161.
"Dan disebabkan karena memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kamii menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka itu siksaan yang amat pedih"

Begitu keras dan tegasnya Islam dalam menanggapi perkara riba, karena memang sangat merugikan pihak tertentu. Dengan adanya ayat di atas sudah begitu jelas bahwa riba sangat tidak diperbolehkan dalam Islam dan umat muslim harus menghindari praktik-praktik semacam ini.

Perlu diketahui, riba digolongkan menjadi tiga bagian yaitu:
1. Riba Qard
2. Riba Nasi'ah
3. Riba Fadhl
4. Riba Jahiliyah

Tidak bisa di pungkiri, di zaman sekarang praktik riba sangat menjamur di berbagai kalangan. Mulai masyarakat biasa sampai masyarakat berkantong tebal dengan dalih kemudahan mendapatkan sesuatu lalu dengan sertamerta menghalalkan yang namanya riba. Apalagi bagi orang yang sedang terbentur dengan keuangan atau membutuhkan modal. Mereka meminjam sebuah modal atau uang kemudian mendapatkan bunga yang begitu tinggi. Inilah kesalahan yang fatal karena Allah sangat membenci model keuangan seperti ini. Padahal bagi peminjam juga sangat merugikan.

Kemudian bagaimana bisa menghindari riba. Carilah jasa keuangan atau permodalan yang bersifat syariah. Karena di Indonesia sudah sebagian Bank konvensional membuka perbankan syariah yang menjamin model keuangan yang lebih Islami. Meskipun masih banyak pakar agama Islam mempertanyakan praktik yang ada di dalam bank-bank syariah tersebut. Namun setidaknya kita sudah berusaha untuk lebih berhati-hati dan mulai meninggalkan riba yang terlarang dalam Islam.

Tabayyun dalam Bermedsos (Media Sosial)

Tabayyun Dalam Bermedsos - Allah dan Rasul Nya telah mengajarkan kita untuk selalu mawas diri dalam menerima berita yang muncul di sekeliling kita, terutama dari orang- fasik. Siapa orang fasiq itu, yaitu seseorang yang telah keluar dari ketaatan Allah swt.



Ketika kita dihadapkan dengan orang semacam ini, Allah memerintahkan kita untuk selalu melaksanakan tabayyun, dimana tabayyun yaitu melakukan verifikasi kembali, mengecek dan cek kembali tentang kebenaran informasi atau berita yang disebarkan orang tersebut. Kenapa kita harus bertabayyun akan berita yang hadir? Karena kita tidak pernah tahu maksud dan tujuan orang dalam mengalir dan mendistribusikan sebuah berita, bisa saja berita tersebut disebarkan hanya untuk membuat sebuah kegaduhan sehingga menjadikan perpecahan di tengah-tengah kaum muslim karena berita yang bersifat adu domba atau berita tersebut disebarkan hanya untuk memunculkan sebuah fitnah.

Jika dalam menanggapi sebuah berita kita tidak memiliki sikap memverifikasi, klarifikasi sesuatu informasi yang muncul di tengah-tengah kita, bisa dikhawatirkan akan timbulnya kegaduhan pada suatu kaum karena kebodohan kita. Sehingga, jika hal tersebut terjadi kita menjadi menyesal di masa yang akan datang.

Hal ini pernah saya terangkan di dalam Makna Tabayyun dalam Islam, yang menceritakan sikap tabayyun yang dilakukan ketika di zaman Rasulullah saw.

Tabayyun merupakan sebuah sikap yang harus mulai ditanamkan kepada setiap muslim dan menjadi prosedur yang harus dilakukan ketika mendapatkan sebuah berita, meskipun berita itu hadir dari keluarga kita sendiri. Sudah banyak terjadi sekarang ini munculnya perselisihan yang disebabkan oleh informasi atau berita yang hanya berniat mengadu domba. Dan kita sebagai objek penerima berita hanya mengangguk tanpa melakukan verifikasi dan klarifikasi berita tersebut.

Baca Juga :

Mudahnya masa sekarang, dimana teknologi sudah menjadi kebutuhan dan mencari sebuah berita menjadi sangatlah mudah. Muncul berbagai platform media sosial yang tidak hanya sebagai wadah untuk saling menyapa atau berkenalan dengan orang di seantero dunia, tetap sekarang bertambah fungsi sebagai wadah menyampaikan sebuah berita yang bisa dilihat tanpa sebenarnya kita inginkan.

Wadah medsos ini sangat berbeda dengan area nyata dalam kehidupan. Karena Kita tak perlu bertatap muka. Tidak bisa di pungkiri dan di elakkan kembali, bahwa media sosial sudah menjadi bagian kehidupan kita. Dan media sosial sudah pasti tentu memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positif, orang sekarang sudah dengan sangat cepat bisa menerima informasi tanpa adanya ruang pemisah seperti jarak dan waktu, semuanya serba cepat. Sementara sisi negatif terutama dalam hal informasi atau berita, yaitu media sosial akan sangat bisa digunakan sebagai alat untuk mengucapkan ujaran kebencian, berita-berita palsu, berita-berita yang dipelintir sehingga menjadikan sebuah asumsi baru yang salah. Hal tersebut tentunya sangat mengganggu bagi masyarakat.

Media sosial yang sudah berkembang pesat ini, bisa memungkinkan masyarakat dengan mudah merubah sebuah berita, media sosial sendiri tidak memiliki batasan-batasan yang pasti, sehingga sangat sukar untuk di kontrol dan menjadikannya liar. Dan tentunya hal ini sangatlah berbahaya bagi keharmonisan di dalam masyarakat.

Masyarakat sangat di tuntut cerdas, cermat serta bertanggung jawab dalam menghadapi masa-masa sekarang ini. Harus ada kontrol dalam diri kita dalam menghadapi era digital yang serba cepat ini. Sehingga kita perlu melaksanakan tabayyun dalam menerima informasi atau berita yang ada.